Wali Kota dan Sekda Siantar sampai ke Mahkamah Agung

oleh -220.196 views

SIANTARTODAY

Sengketa hukum pemecatan Sekda Siantar Budi Utari Siregar, kini memasuki babak baru. Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, kukuh mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kabag Protokol Pemko Siantar, Mardiana, belum bisa membeberkan secara mendetail soal rencana pengajian kasasi tersebut. Aapalagi, perihal penyusunan isi materi kasasi yang akan diajukan.

“Soal itu (materi kasasi) Bidang Hukum. Bukan Bidang Protokol” tulis Mardiana dalam pesan singkat what’s appnya Selasa (1/09/2020) pagi.

Sementara itu Sekda Siantar non aktif, Budi Utari Siregar, secara khusus mengaku tetap akan menempuh jalan demi mendapatkan keadilan.

Budi Utari juga berharap agar seyogyanya wali kota segera menjalankan putusan PTUN dan PTTUN yang sudah mengabulkan gugatannya dan membatalkan keputusan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, dalam pemecat dirinya sebagai Sekda Kota Siantar.

Terpisah, praktisi hukum Kota Siantar, Randy SH MHum, memprediksi putusan MA kelak tak akan jauh dari putusan PTUN dan PTTUN. “Biasanya begitu. MA paling juga menguatkan putusan tingkat pertama dan kedua,” ujar Randy.

Menyangkut sikap wali kota yang tidak langsung menjalankan putusan PTUN dan PTTUN, untuk mengembalikan Budi Utari Siregar pada jabatan semula, menurut Randy masih dapat ditoleransi.

“Karena belum inkrah (berkekuatan hukum tetap) proses itu. Masih berjalan. Kalau nanti keluar putusan MA agung, itu tidak bisa lagi. Wali kota harus tunduk dan menjalankan putusan itu nanti,” tandas Rhandy lagi.

Banding kalah kasasi pun ditolak, Rhandy mensinyalir Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, juga akan kalah di kasasi Mahkamah Agung (MA).

“Lazimnya begitu. Putusan MA saya kira nantinya juga akan sama dengan putusan di tingkat pertama dan kedua,” ungkap Rhandy.

Menanggapi proses panjang sengketa hukum peradilan wali kota dan sekda, pemerhati kota Zul List, turut perihatin. Menurut Zul List, wali kota tak semestinya bertindak seolah-olah mengedepankan ego semata.

“Damai itu indah. Tak ada guna mengedepankan ego semata. Menang jadi arang, kalah jadi abu wali kota. Tentu itu hanya menguras waktu dan uang saja,” tandas Zul List.

Menutup statmentnya, Zul List berharap agar persoalan hukum antara wali kota dan sekda diselesaikan secara kekeluargaan. (ung)

.

No More Posts Available.

No more pages to load.