JR Saragih Menanam, Anton Saragih Terikut Menuai

oleh -193.196 views

SIMALUNGUN | GN

Kebijakan Bupati Simalungun JR Saragih dalam penanganan penanggulangan Covid-19, perlu kehati-hatian. Jangan sampai menyalah karena nantinya bakal berdampak pada Anton Saragih.

Demikian disampaikan Ketua Generasi Muda Nahdatul Ulama (GMNU) Siantar-Simalungun, Imanuddin Damanik, Jumat (15/05/2020) siang.

“Apa yang ditanam JR Saragih saat ini, jangan sampai Anton Saragih yang menuainya. Mending kalau yang ditanam itu baik. Pasti menuai hasil baik pula. Tapi kalau yang ditanam buruk, bisa jadi buruk yang akan dituai oleh Anton Saragih,” tandas Imanuddin.

Dijelaskan Imanuddin, sebagai bakal calon Bupati Simalungun tahun 2020, Anton Saragih tidak akan mungkin bisa dilepaskan dari JR Saragih. Mengingat, antara keduanya memiliki hubungan erat sebagai kakak beradik kandung.

“Jadi Anton Saragih itu tidak bisa dilepaskan dari JR Saragih. Mereka kan kakak adik kandung,” tambah Imanuddin lagi.

Sementara dalam hal kebijakan penanganan Covid-19 masih menurut Immanuddin, langkah gugus tugas Simalungun yang diketuai oleh JR Saragih, masih jauh dari harapan.

Seperti soal paket bantuan sembako kepada warga terdampak Covid-19. Menurut Immanuddin, paket bantuan sangat mengecewakan. Di mana menurut hasil pemantauan GMNU, perpaket yang diterima warga terhitung hanya senilai Rp100 ribu. Padahal anggaran yang dialokasikan, mencapai antara Rp400 hingga Rp600 ribu.

“Beras 5 kg, supermi 10 bungkus, susu sapi 3 kaleng, gula 1 kg, bandrek saset 10 bungkus, sarden gaga kecil 1 kaleng. Ditotal paling 100 ribu rupiah saja itu. Padahal anggarannya 400 sampe 600 ribu rupiah perpaket. Inikan mengecewakan masyarakat,” papar Immanuddin.

Bukan sampai di situ, jumlah penerima juga dipatok hanya 100 KK pernagori. Itu artinya, pernagori anggaran hanya berkisar Rp10 juta. Jika dikalikan 368 nagori se Simalungun, anggaran yang digunakan baru di kisaran Rp3,86 miliar.

“Tambah transport baru berapalah itu. Tapikan sudah tak sesuai dengan yang dianggarkan. Masak dari Rp400-600 ribu, menciut jauh sekali. Ini catatan bagi warga. Nanti ini akan berimbas pada citra Anton Saragih. Apalagi kriteria penerima bantuan masih penuh perdebatan dari sisi peioritas,” ungkap Immanuddin lagi.

Karena itu, Immanuddin mengingatkan, JR Saragih harus lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan dalam penanganan Covid-19. Itu pun, jika JR Saragih benar-benar serius hendak memenangkan Anton Saragih dalam kontestasi Pilkada 2020 mendatang. (ung)

No More Posts Available.

No more pages to load.